SURAT CINTA ANAK PEZANTREN

pantaskah orang seperti kita masih enak enakan bermain main, berkubang di telaga emosi subjektif..
Benci pada hal hal tidak substansial. Benci yang tak berdasar nalar wahyu.
Suka, cinta, dan ahh…rasa rasa turunannya yang yg melumpuh-bodohkan.. Mengalihkan visi. Membutakan hati dari titik fokus yg seharusnya.
Yang semua membuatku merasa kita sangat egois..
Kita masih terlalu egosentris dalam takaranku atas kita.

Bukankah sejak bertahun yg lalu, sejak kita dititipkan di tempat yang tidak banyak diminati orang itu, jiwa raga sudah bukan milik kita sepenuhnya??.

Kita telah diwakafkan ayah, ibu.. dan setelah sedikit bisa mengerti hidup (tentu saja dalam paradigma kita masing masing), aku, kamu, kita, dengan sadar meneruskan ikrar bisu ini.

Dan hidup adalah tentang memilih dan mengalami konsekuensi pilihan-pilihan..

Hehehe…
Maka, maaf,,, aku tidak pernah berharap memilikimu utuh seluruh,, karena sebagian dirimu adalah milik ummat ini.
Pun jangan kau harap memiliki setiap bagian jiwaku… Kita menempuh jalan yg sama..
Namun kita tetap manusia., sebagian yg kau titipkan akan kugenggam erat.
Kuharap kaupun begitu, seperti janjimu.

Dan hidup adalah tentang mengerti, pengertian yang tulus..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: